Cetak
Kategori: SIARAN PERS
Dilihat: 292

SIARAN PERS INSPEKTORAT JENDERAL KKP

 

JAKARTA - 24 Agustus 2017

Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikannan berhasil meraih TOP 5 besar Satker yang cepat dan akurat dalam rekonsiliasi dan pelaporan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan (dari total 218 satker lingkup KPPN Jakarta VI). 

Datanya sebagai berikut :

1. Penilaian E-Rekon (bobot 40% dari total nilai), hal yang dinilai :

2. Penilaian LPJ (bobot 40% dari total nilai), hal yang dinilai :

3. Jumlah pagu (bobot 20% dari total nilai) -- diberi nilai secara proporsional (makin besar pagu makin besar nilai didapat).

Dari ketiga kriteria di atas dihasilkan jumlah nilai dan dalam penentuan peringkat, apabila terdapat nilai yang sama maka akan dilihat kembali jumlah pagu yang dikelola oleh satker. Dari hasil penilaian tersebut, top five satker dalam Rekonsiliasi dan LPJ Mitra KPPN Jakarta bulan Juli 2017, sebagai berikut :

  1. DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA (663712) pada Mahkamah Agung dengan jumlah nilai 94;
  2. PENGADILAN AGAMA JAKARTA TIMUR (400648) pada pada Mahkamah Agung dengan jumlah nilai 94;
  3. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (401744) pada KEMENTERIAN KOPERASI DAN PENGUSAHA KECIL DAN MENENGAH dengan jumlah nilai 93;
  4. INSPEKTORAT JENDERAL (622098) pada KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN dengan jumlah nilai 92;
  5. SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN (449520) pada KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN dengan jumlah nilai 92.

Adapun Komponen Rekonsiliasi Saiba (e-rekon):
1.Dalam waktu yg dijadwalkan Kementerian Keuangan (Ditjen Perbendaharaan)
2.Rekon Belanja dan Pendapatan Sama
3.Tidak terdapat Aset Unregister
4.Tidak terdapat persediaan Unregister
5.Tidak terdapat pagu minus
6.Tidak terdapat Saldo tidak normal
7.Tidak melakukan Upload berulang (perbaikan)

Komponen LPJ

  1. Disampaikan tepat waktu yaitu rentang (tgl 1 s.d 10) bulan berikutnya
  2. Uang Persedian antara KPPN dan Bendahara Pengeluaran (BP) sama, meliputi: a. saldo Uang pada Bank (sesuai rekening koran); b.Uang Persediaan - Saldo bank sama dengan Uang Tunai pada BP dan SPM yg belum terbit SP2D (Pertanggungjawaban Definitif)

Menurut Bapak Inspektur Jenderal Dr.Muhammad Yusuf, S.H., M.M., capaian ini merupakan hasil kerja keras, kerja tuntas, kerja selaras dan kerja ikhlas dari Sekretaris Itjen, Inspektur l, ll, lll, lV dan V beserta seluruh staf/pegawai itjen KKP sehingga itjen KKP meraih keberhasilan tersebut.
"Alhamdulillah, selaku pimpinan saya sangat bersyukur, gembira dan bangga dengan loyalitas, semangat dan kekompakan rekan-rekan kerja saya ini. Saya mengajak mari kita terus tingkatkan capaian tersebut, dan tidak hanya puas berhenti di sini tetapi lebih jauh lagi menyajikan Laporan Keuangan yang akuntabel dan transparan begitupun terhadap pengadaan barang dan jasa yang juga harus akuntabel dan transparan".


"Harapan saya, prestasi Itjen ini diikuti oleh Satker lain di lingkungan KKP, sehingga predikat Pengelolaan keuangan KKP dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pun dapat kita raih kembali", ujar beliau. Beliau juga menjelaskan: "Berkaitan dengan tekad kembali meraih WTP tersebut, kami selaku aparat pengawas intern saat ini mempromosikan probity audit dan audit by accompaniying inherently (baca juga: Probity audit dan Control by Accompaniying Inherently: Terobosan Itjen KKP mengawal KKP) sebagai pilar pengawasan di lingkungan KKP. Kami pun juga secara intens bekerja sama dengan TP4 Kejaksaan Agung dalam mengawal proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan KKP".


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih untuk semua rekan-rekan,sahabat, staf, Para Inspektur, Sekretaris Itjen, dan seluruh pegawai KKP atas kontribusi positif ini. Semoga karya dan bhakti utk negeri ini mendapat ridha Ilahi. Amiin". Wassalam.

update:

SIARAN PERS VERSI KKP.GO.ID DAPAT DILIHAT DISINI